Sabtu, 08 Oktober 2016

Kelompok Sosial di Masyarakat

KELOMPOK SOSIAL YANG ADA DI MASYARAKAT

Dalam sosiologi, kelompok adalah kumpulan orang-orang yang memiliki hubungan dan berinteraksi, yang dapat mengakibatkan pertumbuhan perasaan bersama. Setelah Wila Huky, kelompok ini unit. Dari dua orang atau lebih yang berinteraksi atau berkomunikasi satu sama lain Kelompok atau kelompok adalah kumpulan individu yang berinteraksi satu sama lain untuk melakukan biasanya hanya bekerja untuk meningkatkan hubungannya antara individu, atau bisa juga keduanya.

Jika sekelompok individu yang hidup bersama dalam ikatan yang biasa hidup juga dalam interaksi ikatan dan kerjasama antara sosial termasuk, serta di antara anggota organisasi disebut kelompok sosial. Kelompok ini adalah inti dari kehidupan di masyarakat.
Menurut Robert Bierstedt kelompok memiliki banyak jenis dan ditandai dengan ada atau tidak adanya organisasi hubungan sosial antar kelompok dan jenis kesadaran. Bierstedt dibagi kemudian menjadi empat kelompok yang berbeda:
Statistik kelompok, kelompok yang bukan merupakan organisasi, bukan jenis hubungan sosial dan kesadaran mereka. Contoh: kelompok penduduk usia 10-15 tahun di kabupaten.
Sekelompok waktu kolektif dibedakan, sekelompok orang yang berbagi dalam kegiatan umum, tetapi dengan arah interaksi terkecil. Setelah Soejono Soekanto, kelompok sosial atau kelompok sosial adalah jumlah atau kesatuan orang-orang yang hidup bersama, karena hubungan antara mereka. Kekhawatiran lain hubungan antara hubungan timbal balik dari pengaruh dan kesadaran bersama untuk saling membantu.
Ketentuan kelompok sosial, yaitu: Setiap anggota kelompok harus menyadari bahwa ia akan menjadi bagian dari kelompok yang terkena dampak. Apakah ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu ini dengan anggota lain. Ini adalah faktor ke anggota kelompok dibagi, sehingga hubungan antara mereka diperketat. Faktor-faktor ini mungkin nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama dan lain-lain. Terstruktur, berpaedah dan memiliki pola perilaku.

Kelompok sosial, kelompok yaitu yang anggotanya memiliki semacam kesadaran dan mencerminkan terukat satu sama lain, tetapi tidak dalam ikatan organisasi.

Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran keanggotaan umum dan berinteraksi. Kelompok diciptakan oleh anggota masyarakat. Kelompok ini juga dapat mempengaruhi perilaku anggotanya.
Kelompok sosial merupakan salah satu fokus perhatian dari pusat pemikiran sosiologis, karena titik awal adalah kehidupan bersama. Semua orang atau orang-orang di dunia ini pada awalanya adalah anggota dari kelompok sosial dengan nama keluarga

Ciri-Ciri Kelompok Sosial

Kriteria himpunan manusia dapat disebut kelompok sosial menurut Soejono Soekanto:

1.   Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
2.   Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.
3.   Ada suatu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, misalnya: nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama, dan lain-lain.
4.   Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
5.   Bersistem dan berproses.

Macam-Macam Kelompok Sosial


1.   Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
2.   Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
3.   Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
4.   Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.

Faktor pembentuk Kelompok Sosial


Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Namun, ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan.

1. Kedekatan
Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan.
2. Kesamaan

Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain. Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar